Media sosial, terutama TikTok, memiliki pengaruh yang sangat besar terhadap tren parfum di tahun 2025. Berikut adalah penjelasan lengkap mengenai seberapa besar pengaruh tersebut, berdasarkan berbagai studi dan laporan terbaru:
1. TikTok sebagai Platform Utama Pembentuk Tren Parfum
TikTok menjadi platform yang sangat efektif dalam memasarkan parfum, terutama bagi brand lokal maupun internasional. Konten berupa review, unboxing, dan testimoni pengguna yang menarik dan autentik mampu menjangkau jutaan penonton dalam waktu singkat. Menurut penelitian di Jurnal Ilmiah Ekonomi Manajemen (2025), kualitas konten pemasaran di TikTok dan tingkat keterlibatan penonton secara signifikan memicu keputusan pembelian parfum, terutama pewangi lokal seperti Cruseka.
2. Pengaruh Influencer dan Kolaborasi

Kolaborasi antara brand parfum dengan influencer yang memiliki afinitas kuat terhadap target audiens terbukti meningkatkan brand trust dan awareness. Contohnya, kolaborasi antara gamer Ade Setiawan dengan brand parfum lokal Mykonos secara signifikan meningkatkan minat beli konsumen muda yang aktif di media sosial seperti TikTok dan Instagram. Influencer yang dipercaya mampu membentuk persepsi positif dan mendorong pembelian parfum.
3. Fenomena Viral dan Dampaknya pada Penjualan
Banyak pewangi tersebut yang sebelumnya kurang dikenal dan menjadi viral dengan secara mendadak populer karena dengan satu video viral di TikTok tersebut. Estetika visual, testimoni meyakinkan, dan konten “get ready with me” yang menampilkan parfum sebagai sentuhan akhir membuat banyak orang tergoda untuk membeli. Misalnya, parfum mewah yang bermerek Baccarat Rouge 540 tetap akan mempertahankan popularitasnya berkat dengan komunitas TikTok yang telah menyebutnya sebagai aroma “kelas atas” dengan daya tahan yang cukup tinggi.
4. Peningkatan Penjualan Parfum Lokal Berkat TikTok
Parfum lokal Indonesia mengalami pertumbuhan pesat karena memanfaatkan tren konsumen yang mencari pengalaman berbeda dan iklan online yang efektif di media sosial. Brand seperti Scentplus mendominasi penjualan parfum di TikTok dengan konsep parfum sensual dalam berbagai varian aroma, mencatat penjualan hingga ratusan ribu produk. Ini menunjukkan bahwa media sosial membuka peluang besar bagi pelaku UMKM untuk memperluas pasar pewangi lokal.
5. Perubahan Perilaku Konsumen
Media sosial influencer dan juga dengan konten viral di TikTok tersebut telah memengaruhi perilaku konsumtif dalam generasi muda yang telah mengutamakan prestise dan juga dengan gaya hidup. Konsumen lebih mudah terpengaruh oleh rekomendasi digital dan cenderung melakukan pembelian berdasarkan review dan tren yang sedang viral. Hal ini mengubah cara konsumen memilih parfum dari sekadar aroma menjadi bagian dari identitas dan gaya hidup.
6. Prediksi Tren Media Sosial di 2025
Menurut prediksi REDComm, fitur e-commerce yang semakin terintegrasi di TikTok dan Instagram akan memudahkan proses pembelian langsung dari platform, sehingga tren parfum viral dapat langsung diikuti dengan transaksi yang cepat dan mudah. Hal ini diperkirakan akan semakin memperkuat pengaruh media sosial terhadap tren parfum.
Kesimpulan
Pengaruh media sosial, khususnya TikTok, terhadap tren parfum di tahun 2025 sangat besar dan multifaset. TikTok tidak hanya akan menjadi platform hiburan, tetapi juga media dalam pemasaran yang sangatlah efektif, terutama melalui dengan konten yang berkualitas, kolaborasi dengan influencer, maupun dengan fenomena viral yang juga mampu mengubah pewangi yang sebelumnya kurang dikenal menjadi produk favorit dengan konsumen tersebut. Parfum lokal pun mendapat manfaat besar dari tren ini, dengan penjualan yang meningkat pesat berkat eksposur di media sosial. Luck365
Perubahan perilaku konsumen yang semakin mengutamakan rekomendasi digital dan kemudahan berbelanja online semakin memperkuat posisi TikTok sebagai penggerak utama tren parfum di 2025. jetsadabetth
